Iklan

Jasa Valuta Asing (Valas) di bank Syariah – Waroeng Tegal™


Saat ini perbankan syariah di Indonesia mulai menggeliat, apalagi ditambah dengan dikeluarkannya beberapa peraturan perundangan yang khusus mengatur mengenai ekonomi syariah ini. Yang terbaru adalah mengenai sukuk atau surat berharga syariah.

Seperti pada bank konvensional perbankan syariah juga melakukan transaksi valuta asing (valas) dalam bentuk syariah. Layanan transaksi valas dalam perbankan syariah bernama sharf. Kebutuhan transaksi valas semakin menguat karena volume transaksi pembayaran internasional kian meningkat. Di bank syariah, transaksi valas pun harus memenuhi prinsip pertukaran secara spot, berlangsung dengan tunai dan tidak mengandung unsure spekulasi.

Menurut aturan Bank Indonesia (BI), sharf merupakan jasa penukaran valas untuk membeli atau menjual valuta asing yang sama (single currency) maupun berbeda (multiple currency), sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Prinsip utama dalam melakukan perjanjian (akad) sharf adalah pertukaran mata uang secara spot, tunai dan tidak untuk spekulasi. Sharf membenarkan transaksi yang dilakukan untuk berjaga-jaga atau dalam bentuk simpanan. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan transaksi sharf. Bila transaksi dilakukan untuk mata uang yang sejenis, maka nilai nominal harus sama dan secara tunai (taqabudh).

Untuk transaksi mata uang yang berbeda, maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi berlaku. Jenis transaksi valuta asing dalam perbankan ini terbagi dalam empat kelompok.

Pertama, transaksi spot dimana penyelesaian paling lambat dua hari. Kedua, transaksi forward dengan harga waktu mendatang lebih dari dua hari. Ketiga, transaksi swap dimana kontrak pembelian dan penjualan dengan harga tertentu yang dikombinasikan. Jenis transaksi terakhir adalah option, dimana merupakan kontrak untuk memeperoleh hak untuk membeli atau menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit pada harga dan jangka waktu tertentu.

Dari keempat jenis transaksi tersebut, sharf hanya memperbolehkan transaksi spot saja karena transaksi tunai. Sedangkan untuk ketiga transaksi lainnya tidak dibenarkan dalam sharf.

Alasan ketiga transaksi ini tidak dapat dibenarkan karena menggunakan harga yang diperjanjikan  muwa’adah) dan penyerahan dilakukan di kemudian hari. Jadi harga belum tentu sama dengan nilai yang sudah disepakati. Selain itu, ketiga jenis transaksi ini dianggap mengandung unsur maisir atau spekulasi yang bisa menguntungkan atau merugikan semua pihak yang bertransaksi.

Sumber : Kontan, 4 Juni 2008 – Nur Agus Susanto

Iklan

About yudhisti

Keep learning and sharing

Posted on 25 Agustus 2008, in Keuangan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Sip….trengkyu infonya
    sama2

  2. mba Q kan d kasih uang sama paman tapi dalam bentuk mata uang asing, kira2 kalau di daerah cirebon di tukarY dimna ya. minta alamatnya dong

    Terima kasih sudah berkunjung, tapi saya laki2 jadi mas bukan mbak. Kayak foto di pojok kanan atas. hehehe.
    Mata uang asing nya kalau boleh tahu apa? dan pecahan berapa?
    Kalau USD atau SGD masih mudah untuk ditukarkan di bank setempat tapi terutama untuk pecahan yang besar
    misal 100 USD atau 50 SGD
    kalau koin atau pecahan kecil misal 10 USD dll agak susah.
    Untuk tempatnya bisa ke cabang bank yang agak besar di kota anda. Atau kalau sempat misal ke
    Semarang, Jogja, atau Jakarta ke cabang yang lebih besar. Atau silakan ke money changer. Biasanya mereka akan mau menerima
    pecahan kecil. Terima kasih

  3. kalau dalam sharf itu boleh ngambil keuntungan ngga? kalau bisa, bagaimana cara menentukan marginnya?

    • Terus terang, saya belum mendalami hukum syariahnya. Tapi kalau prinsipnya dagang seharusnya boleh. Memang ada akad jual beli dan ada barang yang dipertukarkan. Cara ambil untungnya misal :
      1. Jam 10 pagi ada nasabah yang menghubungi anda mau melakukan penjualan USD nya senilai USD 10ribu
      harga pasar saat itu 9000/9100. Karena anda mau ambil untung maka anda berikan harga 8950 kepada nasabah tsb. Apabila nasabah mau maka dia menjual USD 10 ribunya kepada anda.
      2. Kemudian anda menjual USD 10 ribu ke pasar di harga 9000
      jadi anda untung 9000-8950 * 10 ribu = 500 ribu

  4. dimana ya tempat penukaran uang asing ,dengan mata uang afghanistan ,saya ingin menukar nya…?

    setahu saya tidak ada satupun bank maupun money changer yang mau menerima mata uang tersebut

  5. kalau misalnya uang saya 50.000 lalu ditukarkan ke dollar apakah bisa ?
    kalau penukaran online alamat web nya apa ya?
    mohon pencerahannya master 😀

    kalau bisa sih bisa saja… maksudnya punya 50 ribu rupiah kan? bisa saja ke money changer terdekat bisa dapat +/- USD 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: