Iklan

Supply Chain Versi Yudhisti – Waroeng Tegal™


Iseng bikin tempat dulu semoga bisa terselesaikan.

Idenya sih muncul karena saya di perusahaan tempat bekerja termasuk orang yang menjadi PIC untuk tim Global Account Manager (GAM) perusahaan-perusahaan besar yang jadi client. Jadi GAM ini berisi orang lintas direktorat/group/departemen/bagian yang menjadi PIC jika berkaitan dengan si client ini. Ada apa-apa berkaitan dengan keinginan client atau kebalikan misal ada petinggi di perusahaan yang pingin tanya info terkait maka orang-orang di GAM client akan  jadi orang pertama yang harus tahu segala-galanya tentang client dan harus terupdate dengan info terbaru.

Yang jadi masalah saat ini di perusahaan kalau menurut saya karena sistem di setiap direktorat/group/bagian itu beda-beda jadi terkadang pelaporan tidak bisa secara otomasi oleh sistem. Tetapi harus dilakukan secara manual dari maisng-masing group/bagian ke suatu group/unit khusus dimana kemudian unit tersebut baru melakukan kompilasi dari data-data yang ada untuk kemudian menjadi suatu laporan yang utuh.

Tentu saja waktu yang dibutuhkan tentunya akan lama, dan bisa timbul eror atas laporan yang dihasilkan mengingat dikerjakan secara manual. Padahal data-data tersebut merupakan basis laporan yang diperlukan untuk kemudian menjadi acuan strategi umum apa yang akan dilakukan oleh para GAM dan manajemen terhadap client tersebut.

Kendala lanjutannya adalah perusahaan tidak ingin kita terfokus pada client yang merupakan perusahaan besar tersebut. Katakan client tersebut sudah 70% menggunakan jada perusahaan, bahkan karyawannya secara individu mayoritas sudah menggunakan layanan yang disediakan oleh perusahaan terus apakah berhenti sampai disitu. Padahal untuk menjadikan perusahaan sebagai penyedia layanan jasa tunggal sehingga 100% hampir pasti tidak mungkin di jaman sekarang dimana pasti orang sensitif dan memiliki pemikiran sendiri akan produk dan layanan yang digunakan. Karena itu perusahaan menginginkan para GAM dapat menelusuri supply chain management dari masing-masing client besar tersebut.

Sedangkan supply chain management sendiri dapat diartikan secara bebas adalah rantai atau alur dari proses manajemen produksi  intinya selain kita harus tahu client kita, kita juga harus tahu siapa yang mensupply bahan baku ke client, dengan siapa dia bekerja sama untuk melakukan proses produksi, sampai dengan siapa clientnya client yang menikmati hasil produksinya. Dimana si client tidak harus merupakan suatu perusahaan manufaktur tapi bisa juga perusahaan yang bergerak di bidang jasa atau misalnya isntansi pemerintah/swasta. Intinya adalah bagaimana caranya mengakuisisi semua yang berhubungan dengan client utama kita.

Nah bagaimana jika IT di perusahaan tidak hanya berperan sebagai pen support sistem yang berhubungan dengan pekerjaan tetapi juga sebagai sumber database bagi semua bagian. Pinginnya sih seperti lihat di CSI atau film film detektif dimana kalau bagian LAPD pingin tahu data orang tinggal akses data KTP, kalau pingin tahu data plat nomor tinggal akses data nomor kendaraan, kalau pingin tahu data senjata tinggal buka database dari serial number senjata ke database toko penjual senjata.

Jika hal itu bisa diterapkan di suatu perusahaan tentu akan sangat membantu, terutama dari sisi waktu dan berita terbaru terkait nasabah. Tentunya duplikasi informasi dapat dihindari dan semua bagian akan mendapatkan informasi yang cepat dan akurat.

Contoh nyata yang saya harapkan, misalkan (karena saya bekerja di bank, maka saya contohkan di industri perbankan):

1. IT membuat suatu sistem informasi manajemen terpadu yang dapat diakses oleh PIC tertentu dari masing-masing group/departemen/unit, dimana masing-masing PIC unit dapat melihat semua informasi yang bersifat umum dari client tetapi hanya bisa merubah informasi yang berhubungan langsung dengan unit kerjanya.

2. Penanggung jawab data informasi utama dari nasabah adalah unit kredit jika nasabah memiliki fasilitas kredit atau unit yang mensupervisi cabang jika dia bukan debitur (tidak memiliki fasilitas kredit dari bank)

3. Unit kerja lain akan mengupdate data minimal setiap bulan sekali atau dapat lebih sering jika dibutuhkan

Jadi sistem informasi IT tersebut misalkan tentang client A dimana pada saat diakses akan muncul :

Client A

Industri : Manufaktur Otomotif

Direksi : A, B, C, D,

Komisaris : E.F.G.H

Alamat : Jl……..

Kemudian ada menu Funding, Loan (Corporate, Commercial, Consumer Loan, Consumer Card), Treasury, …..

Saat di klik Pak B (salah satu direksi) akan muncul informasi dari tanggal lahir sampai dengan hobi dan saat diklik Funding akan terupdate informasi berapa banyak rekening yang dimiliki dan besar dana masing-masing. Jadi saat mendadak Manajemen/Direksi meminta rapat tentang salah satu client pihak yang berkepentingan tinggal mengambil data dari sistem informasi tersebut.

Nah menu tersebut juga ada link ke anak perusahaan client maupun supply chain dari perusahaan dimana kekuatan database akan sangat berarti dalam perencaan strategi kedepannya. Kalau misal dari sistem terlihat total karyawan ada 500, tapi baru 100 yang memiliki kredit KPR tentunya akan lebih optimal atau bahkan terlihat perusahaan induk client sudah jenuh tapi ada 3 dari 5 anak perusahaan yang belum ber bank sama sekali dengan perusahaan nah itu kan target pasar.

Jadi kita dapat membuat planning secara rapi dan terstruktur target tiap tahunnya dan bagaimana progress yang telah ditempuh

Iklan

About yudhisti

Keep learning and sharing

Posted on 9 Februari 2013, in Information and Technology, Keuangan, My Self and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: