Iklan

Kopaja AC – Waroeng Tegal™


Setelah cukup lama diperkenalkan ke publik (saya sendiri tidak ingat kapan pastinya), akhirnya saya berkesempatan untuk naik ke Bus Kopaja AC hari Jumat 6 September 2013 kemarin.

Sebenarnya hal tersebut pun tidak direncanakan, jadi saya baru mendapatkan tugas mengajar di Training Center Perusahaan terletak di belakang Museum Gajah. Karena kost saya berada di Setiabudi, dibandingkan saya menggunakan taxi dan pasti terjebak kemacetan maka saya memutuskan untuk menggunakan Bus Transjakarta.

Setelah menge”tap” kartu prabayar (asik sekarang tidak perlu antri beli tiket) di pintu masuk maka saya pun ikut mengantri di pintu menuju bus yang menunjukkan arah Blok M. Setelah menunggu 10 menit hanya 1 bus yang lewat itupun di depan saya masih banyak sekali orang yang mengantri. Sempat terpikir untuk keluar lagi dan menggunakan bus biasa arah Blok M. Sampai tak lama kemudian lewatlah bus Kopaja AC tujuan Ragunan yang berhenti di halte.

Tampak beberapa orang yang tidak sabar menunggu masuk ke dalam Kopaja AC tersebut, saya pun mengikuti masuk ke dalam setelah memastikan bahwa jalur yang dilewati adalah semanggi jadi pasti juga melewati halte Setiabudi.

Saya pikir tadinya jika penumpang masuk dari halte bus Transjakarta maka terhitung gratis masuk Kopaja AC, ternyata tetap bayar lagi Rp.  5,000.-

Nah sayangnya sopir Bus Kopaja AC tersebut saya rasa masih “kurang sopan” dari cara bicara ke kernet tampak bahwa asalnya adalah orang Jawa Tengah/Timur. Saya sendiri yang satu daerah , merasa agak risih dengan perkataannya. Saat bus mengetem terlalu lama di salah satu halte, sedangkan di belakangnya ada Bus Transjakarta yang sudah mengantri berhenti di Halte, Kopaja AC tersebut masih memaksakan untuk mengetem cari penumpang. Saat diklakson oleh Bus TJ di belakang, malah sopir nya marah-marah dan mengemukakan kalau dia dikejar setoran.

Saya rasa kebijakan Pemprov DKI untuk menyediakan alternatif Kopaja AC sebagai sarana penghubung dengan Transjakarta cukup baik, namun dalam pemilihan sopir maupun kernet yang bertugas ada baiknya dievaluasi ulang. Untuk masalah setoran, ada baiknya juga dikemukakan di awal ke masing-masing driver bahwa berhenti di setiap halte maksimal …. menit sehingga tidak mengganggu Bus lainnya.

Disamping “kekurang sopanan” dari driver kopaja tersebut, kondisi Kopaja AC cukup baik, pintu masih bisa buka tutup otomatis, AC terada dingin dan baik sopir, kernet maupun penumpang tidak ada yang merokok. Kebersihan di dalam Kopaja juga cukup baik, hanya kernet nya sempat membuang karcis sembarangan.

Semoga Kopaja AC dapat menjadi sarana angkutan yang lebih baik dalam hal pelayanan maupun ketersediannya.

Iklan

About yudhisti

Keep learning and sharing

Posted on 7 September 2013, in Jalan-jalan (Travelling), My Self and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: