Iklan

Kasus Asuransi Ahmad Dani – Waroeng Tegal™


Minggu ini saya cuti dari kantor, jadi setelah absen lama nonton tv dan di tv sedang menyiarkan infotainment khas yang isinya Ahmad Dani mengancam menggugat salah satu perusahaan asuransi terkenal Pr********* karena klaim asuransi atas anaknya Dul yang kecelakaan tidak dibayarkan.

Beberapa yang saya ambil kesimpulan :

1. Pihak Ahmad Dani mengklaim atas pertanggungan asuransi anaknya yang seharusnya berkisar Rp. 500 Juta untuk pengobatan dan operasi anaknya namun tidak dibayarkan. Sehingga Ahmad Dani berencana menuntut sampai ke jalur hukum jika tidak juga dibayarkan

2. Pihak Asuransi Pr***** mengatakan kalau kasus ini tidak dapat diberikan komentar apapun, karena menyangkut kerahasiaan nasabah. Termasuk masalah klaim dan apakah dibayarkan atau tidak (Jadi inget salah satu artis kita dulu yang dijuluki miss no comment)

3. Pihak pengawas lembaga keuangan salah satunya asuransi : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengemukakan sebagai lembaga pengawas mereka menunggu pengaduan. Jika tidak terdapat pengaduan maka mereka tidak bisa langsung menengahi. Sehingga mereka menyarankan pihak Ahmad Dani untuk melaporkan perusahaan asuransi tersebut ke OJK.

Menurut saya karena pihak perusahaan asuransinya tidak terbuka, maka arus informasi memang jadi sepihak. Tapi yang dikemukakan perwakilan OJK ada benarnya, asuransi jenis apa yang dibeli oleh Ahmad Dani. Karena dalam asuransi meliputi :

1. Jenis : Asuransi Jiwa/Asuransi Kecelakaan/Asuransi Kecelakaan/Asuransi terhadap Penyakit

2. Tertanggung : Siapa yang tertanggung : Ahmad Dani/Dul/atau siapa yang menjadi pemegang polis asuransi

3. Hal yang bisa diklaim : Apakah klausula klaim terpenuhi, misal adanya unsur kesengajaan lalai dll yang tentunya masuk dalam term and condition dalam dokumen perjanjian asuransi.

4. Besar premi pertanggungan : Kalaupun klaim diterima apakah besarnya 100% ditanggung ataukah ada limit maksimalnya

Misalkan saja asuransi yang dibeli benar untuk kecelakaan dan tertanggung Dul, perusahaan asuransi bisa saja berdalih bahwa kecelakaan ada unsur kesengajaan karena Dul berperan aktif sebagai pengemudi dimana seharusnya dia belum boleh mengemudi sendiri. Beda ceritanya jika dia pasif sebagai penumpang dalam kecelakaan tersebut.

Ini hanya analisa saya saja, semoga keluarga Ahmad Dani mendapatkan hasil akhir yang terbaik dan dapat mengambil hikmahnya dari peristiwa ini.

Iklan

About yudhisti

Keep learning and sharing

Posted on 27 September 2013, in My Self and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: