Iklan

Resensi Film Inside Job – Waroeng Tegal™


Film ini menceritakan tentang krisi ekonomi yang melanda Amerika Serikat pada tahun 2008 akibat krisis kredit perumahan (mortgage). Krisis tersebut berpengaruh tidak hanya bagi perekonomian Amerika Serikat tapi berpengaruh ke hamper seluruh Negara-negara di dunia.

Krisis ekonomi dimulai dari Negara Islandia tahun 2000, dimana kredit konstruksi geothermal dan kredit konsumsi diberikan secara berlebihan. Disisi lain lembaga auditor KPMG tidak menemukan adanya kesalahan dalam pemberian kredit tersebut, mengakibatkan kurangnya kontrol atas kebijakan pemberian kredit.

Runtuhnya ekonomi Amerika Serikat mulai terlihat setelah pada 15 September 2008 Lehman Brothers salah satu investment bank tertua menyatakan bangkrut dan ditutup, sedangkan bank lainnya Merryll Lynch dijual. Krisis perbankan mulai merambat efeknya ke bursa saham dimana bursa-bursa saham dunia turun drastis, menyebabkan kerugian trilyunan US Dollar dan tingkat pengangguran naik.

Perjalanan ekonomi di Amerika Serikat dapat terbagi menjadi 3 tahap:

Bagian I: How We Got Here

Industri  Perbankan di AS sangat diatur pada perioder 1940-1980, menyebabkan praktek investasi dana nasabah terbatas pada yang sifatnya berisiko rendah. Tapi mulai pada pemerintahan Presiden Ronald Reagan, deregulasi peraturan keuangan dilakukan. Akibatnya pada akhir 1980-an krisis terjadi dan beban ekonomi  bagi para pembayar pajak bertambah menjadi $124 milyar.

Kebijakan deregulasi sistem keuangan dimotori oleh Gubernur Bank Sentral AS Alan Greenspan, yang menjabat sejak pemerintahan Presiden Ronald Reagan, dan kembali menjabat saat pemerintahan Bill Clinton dan George W. Bush.  Didukung juga oleh para pejabat ekonomi Robert Rubin dan Larry Summers.

Beberapa krisis ekonomi kemudian terjadi antara lain Internet Stock Bubble pada Maret tahun 2000. Fannie Mae dan Freddie Mac antara tahun 1998-2003 melakukan kesalahan dalam pembukuan akuntansi dan didenda masing-masing USD 400 juta dan USD 125 juta. Pada awal pemerintahan Presiden George W Bush tahun 2000, industri keuangan didominasi oleh lima bank (Goldman Sachs, Morgan Stanley, Lehman Brothers (sudah tutup), Merril Lynch, dan Bear Stearns), dua konglomerat keuangan (Citigroup dan JP Morgan Chase), tiga perusahaan sekuritisasi asuransi (AIG, MBIA, dan AMBAC) serta tiga agen pemeringkat (Moody’s Standard & Poors, dan Fitch).

Perusahaan investasi membuat suatu produk baru Collaterized Debt Obligations (CDOs) yang melakukan bundling antara kredit perumahan (mortgages) dengan kredit yang lain kemudian dijual ke investor. Perusahaan pemeringkat memberikan rating AAA untuk banyak CDO. Padahal banyak dari kredit tersebut meupakan kredit subprime dimana banyak debitur yang akhirnya tidak mampu membayar.

Bagian II: The Bubble

Produk derivative dari CDO semakin berlanjut, didukung oleh adanya kebijakan leverage  yang mengizinkan bank investasi memiliki leverage antara modal sendiri dengan modal yang dipinjam sampai 30 :1. Produk baru diperkenalkan yaitu Credit Default Swap (CDS) yaitu suatu produk derivative seperti asuransi, dimana para investor dapat bertaruh atas risiko CDO gagal bayar. Walaupun mendapatkan peringkat AAA dari lembaga pemeringkat, namun sebenarnya bank-bank investasi sudah tahu bahwa CDO tersebut jelek dan mereka melindungi diri mereka sendiri dengan mengasuransikan pembelian CDO. Padahal disisi lain bank-bank investasi tersebut tetap menjual CDO kepada nasabah-nasabahnya dan mengatakan bahwa investasi tersebut tergolong baik.

Bagian III: The Crisis

Meskipun banyak analis dan ahli ekonomi yang memperingatkan akan adanya risiko dari kredit perumahan yang tidak dikontrol dengan baik, tetapi penjualan CDO dan CDS tetap berlangsung. Lembaga pemeringkat tetap memberikan peringkat AAA setara dengan obligasi pemerintah. Kemudian krisis mulai terjadi dimana banyak debitur kredit rumah yang gagal bayar dan menyebabkan rumahnya disita. Produk derivative dari CDO semakin berlanjut, didukung oleh adanya kebijakan leverage  yang membuat bank bisa memiliki tingkat leverage  sampai 1 :30.

Setelah krisis benar-benar terjadi, Lehman Brothers, Merril Lynch,  dan AIG mengalami kesulitan uang tunai, selain itu Fennie Mae dan Fredie Mac sebagai perusahaan keuangan yang paling banyak berkaitan dengan kredit premuahan juga kekurangan likuiditas.

Akhirnya Lehman dinyatakan bangkrut, langkah ini diambil untuk menenangkan pasar (menurutTimothy Geitner). Hal tersebut belanjut dengan diambil alihnya AIG oleh pemerintah dan Merril Lynch oleh Bank of Amerika (BoA). Akibat kesulitan likuiditas, pemerintah AS akhirnya menyetujui adanya bantuan likuiditas atau bail out sejumlah $700 juta.

Bagian IV: Accountability

Walau keuangan dunia dalam resesi, tingkat pengangguran naik drastis. Banyak orang kehilangan tempat tinggal, namun jajaran manajemen bank-bank investasi tetap memperoleh gaji dan bonus yang tinggi. Hal tersebut banyak dipertanyakan, kenapa mereka tidak bertanggungjawab atas keputusan yang diambil yang menyebabkan kerguians angat banyak dari perusahaannya bahkan hingga kebangkrutan.

Beberapa ahli ekonomi juga tampaknya memiliki konflik kepentingan, dimana selain berperan sebagai pengajar di universitas top mereka juga menjadi konsultan ekonomi bagi pemerintahan. Disisi lain orang-orang tersebut menduduki posisi-posisi penting dalam bank/lembaga keuangan yang berinvestasi dalam produk-produk derivatif.

 

Bagian V: Where We Are Now

Kebijakan pemerintahan diharapkan berganti dibawah Presiden yang baru Barrack Obama. Sebelum menjabat, Obama mengisyaratkan adanya pengetatan regulasi dalam industry keuangan, serta penambahan kecukupan modal bagi industry perbankan, namun kenyataannya tidak banyak peraturan yang berubah semenjak resmi menjabat.

Timothy Geithner, Lawrence Summer, Ben Bernanke orang-orang ahli ekonomi yang sebelumnya juga telah menduduki posisi-posisi penting di perekonomian AS kembali menjabat. Walau pemerintahan di Eropa telah membatasi bonus bagi jajaran manajemen perbankan, namun pemerintah AS menolak hal tersebut . Bahkan tidak ada satupun eksekutif senior keuangan yang dituntut dalam kaitannya dengan krisis ekonomi AS.

Perekonomian AS saat ini memang telah pulih, tapi tidak ada jaminan jika reformasi sistem ekonomi tidak dilakukan hal ini tidak akan terjadi lagi.

Iklan

About yudhisti

Keep learning and sharing

Posted on 6 Oktober 2014, in Manajemen and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: