Iklan

Arsip Blog

OS2 Telkom Wanadri – Waroeng Tegal™


WANADRI !


Bayangkan 280 orang harus mengenal satu sama lain dalam waktu 1 bulan, tentu yang ada baru berkenalan sudah lupa lagi. Ditambah karena banyak pembagian kelompok dan kelas berdasar abjad, masih banyak yang antara abjad awal dan akhir kurang mengenal. Karena itulah wanadri membuat acara agar kami semakin akrab pada akhir minggu (hari sabtu minggu) minggu ketiga. Wanadri aslinya adalah organisasi penjelajah rimba dan kakak-kakak Wanadri jadi fasilitator kami selama dua hari di TCU. Selama dua hari itu kami dibagi ke dalam regu-regu dari huruf A sampai C dan masing0masing huruf terbagi lagi menjadi 5 kelompok. Jadi ada kelompok A1-A5, B1-B5, dan C1-C5.

Hari pertama kami mendapatkan team building di TCU, karena memang masih banyak yang belum kenal. Maka games yang dilakukan lebih babyak untuk saling mengenalkan antara anggota yang satu dengan yang lain dalam huruf yang sama. Huruf A mendapatkan slayer hijau, B mendapatkan merah, dan C mendapatkan biru.

Hari kedua, adalah hari yang sangat menyenangkan bagi kami. Karena pada hari ini kami boleh keluar dari TCU (bayangkan dipingit sebulan ga keluar kemana2) dan melaksanakan Amazing Race keliling kota Bandung dari tempat KAA, Gedung Sate, Gedung UPI (dan disini kami membuat maket), ITB, dll.

Untuk lengkapnya tunggu update

Iklan

Tes Potensi Akademik (TPA) – Waroeng Tegal™


Tulisan kedua saya sebagai seorang pengangguran hehehe.

Oya, kalau mau skip cerita pengalaman saya dan langsung ke Tanya Jawab silakan langsung scroll ke bagian bawah

Melanjutkan keisengan saya dalam mengisi waktu menjadi pengangguran, browsing-browsing website didapatkan bahwa untuk melanjutkan studi S2 atau bekerja di instansi tertentu diharuskan pelamar memiliki skor TPA alias Tes Potensi Akademik minimal sesuai yang dipersyaratkan.

Di beritahukan terhitung mulai Maret 2013 Biaya pendaftaran untuk mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) sebesar Rp. 325.000 dan adapun syarat pendaftaran meliputi :

  1. Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan UUO PT;
  2. Membayar biaya tes sesuai ketentuan ke UPP-TPA Koperasi Perencanaan No. Rekening 101674691 BNI Cabang Dukuh Bawah Jakarta sebesar Rp. 325.000,-;
  3. Bersedia melengkapi dokumen yang dipersyaratkan dibawah ini: 1. Fotokopi KTP    2. Fotokopi Ijazah (min D3)  3. Foto(3×4, 2 lbr) 4. colour Bukti Transfer 5. Formulir (Bila tidak melengkapi, keikutsertaan dalam tes dapat   dibatalkan) Maksimal penyerahan formulir selambat-lambatnya 4 hari kerja sebelum tanggal tes jam 15.30 WIB;
  4. Biaya pendaftaran yang telah ditransfer tidak dapat ditarik kembali, jika berhalangan hadir akan di reschedule ke tanggal tes berikutnya;
  5. Biaya pendaftaran yang telah ditransfer tidak dapat ditarik kembali, jika berhalangan hadir akan di reschedule ke tanggal tes berikutnya;
  6. Peserta yang tidak datang pada hari H tanpa pemberitahuan sebelumnya, uang pendaftaran hangus.

Sehubungan saya belum pernah tes TPA, maka didapatkan hasil mbah Google bahwa test TPA yang resmi diselenggarakan oleh UUO PT Koperasi Pegawai Bappenas (TPA Individual). Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :

1. Cek jadwal TPA

http://www.upp-tpa.com/jadwal-tpa/tpa

TPA WebDi web tersebut, ada nomor telepon dan nama contact person (CP) yang bisa dihubungi. Sebaiknya sih sebelum daftar, pastikan dulu ke CP apakah masih ada kursi kosong untuk mendaftar test.

2. Membayar registrasi

Setelah dapat konfirmasi bahwa masih bisa mendaftar, silakan download aplikasi pendaftaran. Kemudian beserta bukti transfer dapat dikirim scan nya melalui e-mail atau fax ke

Faksimili: 021-3902542
E-mail: upptpa@yahoo.com

3. Saat test, jangan lupa membawa pensil 2B, penghapus, dan FC Ijazah, Form asli pendaftaran, dan Foto 4×6 warna

Gimana testnya akan saya sambung berikutnya ya

Ok, saatnya saya informasikan yang saya dapat saat mengikuti ujian (2/11/13). Sesuai informasi awal bahwa lokasi test TPA kali ini di kantor Bappenas di kawasan menteng dekat Masjid Sunda Kelapa. Berdasar informasi dari panitia, tes akan dimulai tepat jam 8 jadi jam 7.30 sudah selesai registrasi. Maka saya pun menuju tempat test lebih pagi jam 7 sudah disana.

Nah sesampai disana, sudah banyak orang berkumpul untuk test tapi pintu kantornya belum terbuka. Jadi saya pun menunggu sampai kantor nya terbuka. Tapi kok saya merasa ada yang aneh dimana orang-orang yang akan test sudah saling mengenal satu dengan yang lainnya. Setelah iseng-iseng melihat keadaan sekitar tampak bahwa yang test di depan adalah test untuk para PNS yang akan mendapatkan S2 dari pemerintah. Sedangkan untuk peserta Test TPA individual seperti saya tempatnya di belakang. Jadilah saya berjalan ke belakang jadi dari pintu utama masuk ke arah kanan kemudian belok kiri kemudian naik tangga atau lift menuju ke lantai 2.

Setelah menyerahkan FC ijazah, KTP dan foto 3×4 2 lembar dapatlah kartu peserta ujian dan snack+minum.

Ternyata peserta lumayan beragam dari yang fresh grad (baru selesai sidang tugas akhir/skripsi) sampai dnegan yang saya rasa sudah umur 45 tahun ke atas.

Setelah menunggu jam 7.30 kami masuk ruangan dan jam 8.00 baru dimulai dibacakan ketentuan dan mengisi lembar jawab komputer (LNK) dengan data diri standar seperti nama, nomor peserta, dll

Tepat jam 08.30 test dimulai secara non stop jadi saran saya ambillah kesempatan ke kamar mandi atau malah minum untuk menghindari dehidrasi atau ke kamar kecil di tengah test karena tidak diperbolehkan.

Percayalah saat saya mulai test dari 10 nomor di awal saya tidak ada yang tahu istilahnya sama sekali. Jadi di TPA sub modul awal berkaitan dengan istilah ada sinonim, antonim, dan kata yang paling mirip artinya.

Lewat sub modul 1, saya masih bisa ngasal jawab, masuk ke sub modul 2 itungannya betul-betul berbeda dari buku latihan soal yang saya punya dan waktu habis begitu saja selama 1 jam dengan masih sekitar 20 nomor belum diisi. Sub modul 3 isinya bacaan yang harus 2-3 kali baca baru bisa hiks hiks. Jadi jujur dari 100%, 30% adalah hasil nebak, 30% adalah hasil nembak, dan 40% jawab dengan mikir walaupun juga tidak yakin bener.

Jadi pasrah saja lah dengan hasilnya nanti. Semoga tembakan saya ada yang benar hehehe.

Update Rabu, 13 november 2013

Yaps sekarang sudah hari Rabu, tanggal 13 November 2013. Kalau kata panitia, untuk hasil bisa ditanyakan terlebih dahulu melalui telepon sebelum nanti hasil dikirimkan ke alamat yang diinginkan. Menurut mbak yang menjawab skor saya adalah 701, sebenarnya agak nggak yakin dengan yang saya dengar. Dalam hati antara senang, bingung dan ragu  dengan hasilnya karena seperti saya tuliskan di atas bahwa hasil nembak jawabannya lumayan banyak. Jadi sambil berharap nanti hasil yang dikirimkan 

Sabtu, 16 November 2013

Akhirnya ada seseorang yang mengantarkan surat ke rumah saya, dan disitu tertulis Bappenas….

Horee moment of truth saya buka

skor TPAAlhamdulillah

Skor Sub Test 1 : 70,65 ; Skor Sub Test 2 : 73,98 ; dan Skor Sub Test 3 : 65,92 ; Skor Total 701,83

Jadi diantara ketiga sub test, dimana saya paling tidak mengerjakan dengan sepenuh hati karena keterbatasan waktu malah skor saya paling tinggi.

Saya tambahkan Question and Answer di Test TPA Oto Bappenas :

1. Bagaimana cara mendaftar

Mendaftar bisa melalui online www.upp-tpa.com kemudian download form pendaftaran diisi dan dikirimkan kembali

2. Berapa biaya mengikuti TPA

Biaya per Maret tahun 2013 adalah Rp. 325 ribu jika mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh OTO Bappenas

3. Berapa skor TPA

Skor TPA antara 200-800

4. Berapa minimal syarat skor TPA

Bervariasi, untuk S2 antara 500 dan S3 minimal 550 bahkan ada yang 600. Tapi kalau mau aman ya di atas 625 saat melakukan try out sendiri

5. Berapa banyak soal TPA

250 soal terdiri dari Test Verbal : Test Kuantitatif : Test Penalaran

6. Berapa lama test TPA

180 menit alias 3 jam

Nah kalau tes yang diselenggarakan oleh lembaga lain seperti universitas atau yang lain menurut saya bisa berbeda dari sisi jumlah soalnya. Silakan kalau ada yang mau ditanyakan

Kopaja AC – Waroeng Tegal™


Setelah cukup lama diperkenalkan ke publik (saya sendiri tidak ingat kapan pastinya), akhirnya saya berkesempatan untuk naik ke Bus Kopaja AC hari Jumat 6 September 2013 kemarin.

Sebenarnya hal tersebut pun tidak direncanakan, jadi saya baru mendapatkan tugas mengajar di Training Center Perusahaan terletak di belakang Museum Gajah. Karena kost saya berada di Setiabudi, dibandingkan saya menggunakan taxi dan pasti terjebak kemacetan maka saya memutuskan untuk menggunakan Bus Transjakarta.

Setelah menge”tap” kartu prabayar (asik sekarang tidak perlu antri beli tiket) di pintu masuk maka saya pun ikut mengantri di pintu menuju bus yang menunjukkan arah Blok M. Setelah menunggu 10 menit hanya 1 bus yang lewat itupun di depan saya masih banyak sekali orang yang mengantri. Sempat terpikir untuk keluar lagi dan menggunakan bus biasa arah Blok M. Sampai tak lama kemudian lewatlah bus Kopaja AC tujuan Ragunan yang berhenti di halte.

Tampak beberapa orang yang tidak sabar menunggu masuk ke dalam Kopaja AC tersebut, saya pun mengikuti masuk ke dalam setelah memastikan bahwa jalur yang dilewati adalah semanggi jadi pasti juga melewati halte Setiabudi.

Saya pikir tadinya jika penumpang masuk dari halte bus Transjakarta maka terhitung gratis masuk Kopaja AC, ternyata tetap bayar lagi Rp.  5,000.-

Nah sayangnya sopir Bus Kopaja AC tersebut saya rasa masih “kurang sopan” dari cara bicara ke kernet tampak bahwa asalnya adalah orang Jawa Tengah/Timur. Saya sendiri yang satu daerah , merasa agak risih dengan perkataannya. Saat bus mengetem terlalu lama di salah satu halte, sedangkan di belakangnya ada Bus Transjakarta yang sudah mengantri berhenti di Halte, Kopaja AC tersebut masih memaksakan untuk mengetem cari penumpang. Saat diklakson oleh Bus TJ di belakang, malah sopir nya marah-marah dan mengemukakan kalau dia dikejar setoran.

Saya rasa kebijakan Pemprov DKI untuk menyediakan alternatif Kopaja AC sebagai sarana penghubung dengan Transjakarta cukup baik, namun dalam pemilihan sopir maupun kernet yang bertugas ada baiknya dievaluasi ulang. Untuk masalah setoran, ada baiknya juga dikemukakan di awal ke masing-masing driver bahwa berhenti di setiap halte maksimal …. menit sehingga tidak mengganggu Bus lainnya.

Disamping “kekurang sopanan” dari driver kopaja tersebut, kondisi Kopaja AC cukup baik, pintu masih bisa buka tutup otomatis, AC terada dingin dan baik sopir, kernet maupun penumpang tidak ada yang merokok. Kebersihan di dalam Kopaja juga cukup baik, hanya kernet nya sempat membuang karcis sembarangan.

Semoga Kopaja AC dapat menjadi sarana angkutan yang lebih baik dalam hal pelayanan maupun ketersediannya.

Pengalaman Test TOEIC dan TOEFL – Waroeng Tegal™


Sekitar bulan Juni atau Juli tahun 2012, saya direncakan untuk mendapatkan tugas ke cabang Dili Timor Leste. Yah walau cabang di negara kecil tapi kan tetap saja luar negeri. Sehingga salah satu syaratnya adalah telah mengambil Test TOEIC. Di tahun 2013 ini saya ambil TOEFL iseng-iseng saja untuk mendapatkan gambaran seberapa jelek kemampuan bahasa inggris saya hehe.

Oh ya keduanya saya ikut test di Plasa Central, lokasinya ada di belakang Universitas Atmajaya di dekat Plasa Semanggi Jakarta Selatan. Dimana penyelenggaranya adalah ETS (Organisasi resmi yang menyelenggarakan test tersebut).

Ok di awal saya coba bandingkan perbedaan antara TOEFL dan TOEIC dulu (saya ambil dari http://www.ets.org). Intinya sih kalau di TOEIC itu lebih menekankan ke penguasaan vocabulary dan tidak ada writing/speaking. Kalau di TOEFL harus siap dengan writing dan speaking.

TOEIC

The Two Main Test Sections

Listening Comprehension

Test takers will listen to recorded statements, questions, short conversations and short talks in English via audio cassette or CD and answer 50 questions based on what they hear. There are three parts:

  • Part 1: Photographs (15 questions)
  • Part 2: Question-Response (20 questions)
  • Part 3: Short Conversations and Short Talks (15 questions)

This section will take approximately 25 minutes to complete.

Reading

Test takers will read single sentences as well as texts and then answer 50 questions based on what they read. There are two parts:

  • Part 4: Incomplete Sentences (30 questions)
  • Part 5: Reading Comprehension (20 questions)

This section will take approximately 35 minutes to complete.

Untuk test TOEIC saya ikut yang jam 8 pagi, begitu datang hanya ada sekitar 10 orang yang ikut, karena kantor yang membayar jadi saya hanya perlu membawa email keikutsertaan dari kantor, KTP/Paspor dan ID Card Perusahaan. Jadi setelah registrasi menaruh barang di loker dan langsung deh ikutan test, jika selesai sebelum waktu yang disesiakan boleh duluan pulang.

TOEFL

About the TOEFL iBT® Test

The TOEFL iBT® test, administered via the Internet, is an important part of your journey to study in an English-speaking country. In addition to the test, the ETS TOEFL Program provides tools and guides to help you prepare for the test and improve your English-language skills.

What Is the TOEFL iBT Test?

The TOEFL iBT test measures your ability to use and understand English at the university level. And it evaluates how well you combine your listening, reading, speaking and writing skills to perform academic tasks.

Nah untuk TOEFL test saya mengambil yang IBT (Internet Based Test) bukan PBT (Paper Based Test) atau CBT (Computer Based Test) karena memang sekarang yang diakui internasional hanya IBT. Jadi buat yang baca blog ini dan mau kuliah S2 atau kerja ke luar negri membutuhkan tes TOEFL ya harus ikutan IBT. Untuk daftar bisa online bayarnya juga bisa pakai kartu kredit kok, tinggal ke https://www.ets.org/toefl klik dan daftar lalu pilih tanggal berapa untuk ikutan test bayar beres deh. Pas saya ikutan test ini bayar USD170 atau setara Rp. 1,7 Juta (kurs 10 ribu saat ini).

Test saya dimulai pukul 08.00 dan pendaftaran dimulai 07.30, anehnya saya terbangun jam 4 pagi hanya untuk tersadar dari mimpi bahwa saya telat ujian karena sudah jam setengah 9 pagi. Setelah sholat tahajud dan sholat subuh saya emmutuskan untuk baca materi sedikit dan tidur lagi. Bangun2 sudah jam stg 8 dan benarlah mimpi saya bahwa terlambat. Sialnya lagi hari itu car free day jadi untuk melalui jalan sudirman ditutup yang membuat saya harus melalui jalan memutar.

Untunglah ternyata test dimulai agak mundur jam stg.9 karena banyak peserta yang registrasi. Di tempat registrasi saya agak minder, karena hal-hal sebagai berikut :

1. Disini banyak banget orang test di umur early 20 ga seperti saya yang late 20 bahkan kayaknya ada yang lulus SMA

2. Banyak banget remaja korea serasa boyband korea dateng, dan mereka cas cis cus ngomong inggris karena mereka sekolah di International School gitu (didapat dari nguping pembicaraan mereka) bahkan ternyata mereka fasih bicara bahasa indonesia juga….

3. Tampang-tampang peserta yang lain pada terlihat kalem dan seperti sudah siap tempur, beda dengan saya yang baru datang agak terlambat.

Tahapan test :

1. Datang ke tempat resepsionis, isi formulir dimana intinya saya memang benar yang mendaftar datang sendiri dan tidak diwakilkan, serta tidak akan membocorkan satu soal pun mengenai test TOEFL kedepannya ke pihak manapun

2. Nanti dapat nomor urut panggil untuk registrasi ulang berdasarkan nomor yang didapat.

3. Dipanggil ke tempat orang yang registrasi untuk menunjukkan formulir konfirmasi test (email dari ets) serta identitas diri bisa paspor atau KTP (asli)

4. Difoto sebagai bukti bahwa sama dengan identitas

5. Masuk ruangan untuk memulai test bersama-sama, sesuai komputer yang lokasinya diacak by sistem (dikasih tau setelah selesai difoto registrasi)

6. Test awal adalah dari reading passage di meja disediakan beberapa lembar kertas dan pensil. Untuk saya sendiri karena pelupa hampir setiap percakapan atau passage saya rangkum di kertas. Memang agak membutuhkan waktu tapi minimal bisa membuat saya fokus ke pertanyaan

Dalam reading passage isinya adalah inti bacaan, beberapa kata yang bisa direplace, dan penyisipan kalimat pada bacaan.

7. Setelah break 10 menit untuk mengisi tanggapan harus keluar ruangan (silakan minum dan ke kamar mandi)

8. Akan dipanggil masuk kembali untuk melanjutkan test speaking dan writing

Tips and Trick

1. Siapkan diri dengan banyak test TOEFL, tidak ada yang namanya instan. Beli aja buku McGraw Hill ETS The Official Guide to the TOEFL Test atau silakan tes onlone dari web nya

2. Jangan menghafal apapun dari soal atau contoh tes sebelumnya, karena percayalah kemungkinan kecil sekali untuk test yang sama keluar lagi

3. Dalam latihan selalu gunakan waktu karena saya sendiri sering kelewat hiks hiks

4. Untuk speaking, latihlah diri dengan perekam, dan coba dari hal sederhana seperti cerita keluarga anda atau pekerjaan anda

5. Tidur cukup dan pasang alarm sehari sebelumnya jadi tidak terlambat seperti saya hehehe

Ok sementara itu sharing dari saya semoga bermanfaat

UPDATE

Akhirnya setelah menunggu 2 minggu, datangalah hasilnya melalui email. Dan score saya … cuma 87  (Sebagai informasi rata-rata top university untuk S2 membutuhkan nilai di atas 100). Saatnya untuk belajar lagi

Di detail score

Test Test Date Reading Listening Speaking Writing Total
TELXML Sun Jun 30 08:37:05 EDT 2013 22 24 20 21 87

Speaking saya dan writing termasuk jelek….

toefl

Gambir to Tegal Desember 2011 – Waroeng Tegal™


Setelah cukup lama tidak menggunakan kereta sejak lebaran kemarin, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakannya lagi untuk ke rumah ortu kali ini.

Berdasar dari informasi yang didapat dari website resmi PT. Kereta Api di http://www.kereta-api.co.id/jadwal-ka.html, terdapat jurusan kereta yang dapat digunakan untuk pp dari Jakarta ke Tegal alternatif untuk pagi hari adalah cirebon ekspress jam 6 tapi cuma sampai cirebon, dan jam 11 yang lanjut ke tegal. Alternatif yang lain adalah menggunakan argo muria yang tujuan semarang namun juga berhenti di stasiun tegal, berangkat jam 11 siang.
Pertimbangan saya berikutnya selain waktu adalah harga, dari web tsb didapatkan informasi bahwa untuk cirebon ekspress/cireks harga bervariasi maksimal 100 ribu, sedangkan argo muria eksekutif berharga 225 ribu walau turun di tegal bukan semarang jadi 1 tarif saja.

Sementara Update yang saya dapat per Desember 2011 adalah sbb :

(Oya jadwal pada tabel di bawah hanya memunculkan jadwal Cireks yang berhenti di Tegal, sementara yang hanya sampai Cirebon tidak tampil karena saya mencantumkan tujuan akhir saya di Stasiun Tegal)

CIREBON EKSPRES
66 11:00 15:50
Eksekutif Rp. 100.000
Bisnis (Dewasa) Rp. 75.000
Bisnis (Anak) Rp. 60.000
Eksekutif (Promo) Rp. 50.000
CIREBON EKSPRES
70 18:45 23:18
Eksekutif Rp. 100.000
Bisnis (Dewasa) Rp. 75.000
Bisnis (Anak) Rp. 60.000
Eksekutif (Promo) Rp. 50.000

Berhubung sudah pengen secepatnya pulang, ditambah harus lanjut ke slawi akhirnya bismillah aja pakai Argo Muria dan berharap masih dapat tiket tempat duduk (berangkat dari kostan di Setiabudi jam 6.30).
Oya saya nulis blog ini memanfastkan wifi telkomsel yang lumayan cepat (bukan promosi ya)  bisa dilihat di foto speedtest berikut :

image

Nah setengah 8 lebih lima td kereta brkt, dan setelah duduk sekitar 30 menit perjalanan lalu menikmati nasi goreng dan teh panas (saya penyuka yang panas bukan cm hangat) di gerbong makan.
Berbeda dengan di gerbong penumpang, dimana tv memutar lagu2 yang relatif ringan di gerbong makan ini suara dangdut menggelegar. Oya buat para perokok gerbong makan ini merupakan favorit. Argo muria merupakan ka eksekutif, jadi semua gerbongnya ber AC. Disini saya makan sambil dengerin lagu “ku hamil duluan” gatw judul aslinya, tp yang juga dinyanyiin shinta jojo di youtube deh.
Manajemen ka yg baru sepertinya pengen mencontoh pesawat. Jadi pada saat  awal berangkat td ada pengumuman berangkat dr gambir jam sekian dan akan memakan waktu sekian untuk sampe ke tawang. Disebutkan juga awak kereta seperti masinis, kondektur, dan teknisi.

Oya di setiap kursi ada colokan listrik, jadi yang punya alat elektronik (hp, iPod, tablet PC, Laptop, dll) bisa langsung colok aja kesini. Ga perlu lagi takut komunikasi keputus.

Sekitar jam 11.30 ada pemberitahuan dari kondektur bahwa kereta akan memasuki stasiun Tegal, jadi saya pun bersiap turun. Perjalanan kali ini cukup enak dan nyaman serta petugasnya yang jauh lebih baik dibandingkan pengalaman terakhir saya sebelumnya.